<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mencenges&#039;s</title>
	<atom:link href="http://mencenges.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mencenges.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jul 2009 13:52:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mencenges.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mencenges&#039;s</title>
		<link>http://mencenges.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mencenges.wordpress.com/osd.xml" title="mencenges&#039;s" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mencenges.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA</title>
		<link>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/26/kumpulan-kata-kata-mutiara/</link>
		<comments>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/26/kumpulan-kata-kata-mutiara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 13:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Acenk Loti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata Mutiara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mencenges.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Khalil Gibran &#8211; Jika aku menanamkan penderitaan di ladang kesabaran maka akan berbuahkan kebahagiaan. Washington Irving &#8211; Pikiran yang hebat memiliki tujuan, sementara yang lain hanya memiliki kehendak. Samuel Johnson - Puisi adalah seni menggabungkan keindahan dan kebenaran. Oscar Wilde &#8211; Pesimistis adalah seseorang yang ketika dihadapkan pada dua pilihan buruk, ia memilih keduanya Jules [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=46&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Khalil Gibran</strong> &#8211; Jika aku menanamkan penderitaan di ladang kesabaran maka akan berbuahkan kebahagiaan.</p>
<p><strong>Washington Irving</strong> &#8211; Pikiran yang hebat memiliki tujuan, sementara yang lain hanya memiliki kehendak.</p>
<p><strong>Samuel Johnson </strong>- Puisi adalah seni menggabungkan keindahan dan kebenaran.</p>
<p><strong>Oscar Wilde</strong> &#8211; Pesimistis adalah seseorang yang ketika dihadapkan pada dua pilihan buruk, ia memilih keduanya</p>
<p><strong>Jules Benard </strong>- Kemalasan tak lebih daripada kebiasaan beristirahat sebelum Anda benar-benar merasa lelah </p>
<p><strong>E. B. White</strong> &#8211; Salah satu hal yang paling menyita waktu di dunia ini adalah memelihara musuh</p>
<p><strong>G. Bernard Shaw</strong>  &#8211; Semua bentuk penyakit fisik ditimbulkan oleh setengah pikiran yang sudah digunakan</p>
<p><strong>Donal H. McGannon</strong>  Kepemimpinan adalah suatu tindakan, bukan suatu posisi.</p>
<p><strong>Franklin P. Jones</strong> &#8211; Banyak orang senang bekerja keras, terutama jika dibayar untuk itu</p>
<p><strong>Brendan Francis</strong> &#8211; Apabila Anda tidak percaya pada diri sendiri, jangan salahkan orang lain yang tidak mempercayai Anda </p>
<p><strong>Horace</strong> &#8211; Nasihat apapun yang Anda berikan, sebaiknya pendek saja</p>
<p>Kebanyakan orang berbuat baik sejauh ia percaya bahwa orang lain pun akan berbuat hal yang sama -<strong>Friedrich Hebbel</strong></p>
<p>Orang yang tidak mau membuka matanya harus membuka dompetnya &#8211; <strong>Pribahasa Jerman</strong></p>
<p>Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang disampaikannya. -<strong>Abu Al-Hasan ‘Ali bin Abi Talib ra.</strong></p>
<p>Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan. -<strong>Thales</strong></p>
<p>Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Maha Benar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu. -<strong>Pythagoras<br />
</strong><br />
Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim. -Pythagoras</p>
<p>Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata nista. -<strong>Sokrates</strong></p>
<p>Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara. -<strong>Sokrates<br />
</strong><br />
Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik jiwamu karena telah menginginkannya. -<strong>Sokrates</strong></p>
<p>Jika engkau ingin mengetahui derajatmu di tengah masyarakat, maka perhatikanlah orang yang engkau cintai tanpa alasan. -<strong>Plato</strong></p>
<p>Jika seorang hamba telah merasa senang berhubungan dengan Tuhannya, dunia telah menjadi akhiratnya. -<strong>Abu al-Hasan al-’Amiri</strong></p>
<p>Diam lebih baik daripada berdebat dengan orang-orang bodoh. -<strong>Abu ‘Ali bin Miskawa’ih</strong></p>
<p>Orang yang zuhud pada dunia terasa ringan olehnya segala musibah. -<strong>Abu ‘Ali bin Miskawa’ih<br />
</strong><br />
Cahaya mentari bila difokuskan akan membakar kertas -<strong>Alexander Graham Bell<br />
</strong><br />
suatu saat setelah kita dapat menaklukkan angin, ombak, air pasang dan gravitasi, kita akan memanfaatkan energi cinta. Kemudian untuk yang kedua kalinya dalam sejarah dunia, umat manusia akan menemukan api -<strong>Telhard de Chardin</strong></p>
<p>Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses -<strong>Booker T. Washington</strong></p>
<p>Ada 2 cara untuk menyebarkan cahaya : Jadilah lilin yang menyebarkan cahaya, jadilah cermin yang memantulkan sinarnya -<strong>Edith Wharton</strong></p>
<p>Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. &#8211; <strong>Horace Walpole</strong></p>
<p>Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya. -<strong>Jonathan Swift</strong></p>
<p>Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain. -<strong>Michel De Montaigne</strong></p>
<p>Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas. -<strong>Will Dan Ariel Dunant<br />
</strong><br />
Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. -<strong>Baron Pierre De Coubertin</strong></p>
<p>Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal: orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca. -<strong>Charles “tremendeous” Jones<br />
</strong><br />
Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang. -<strong>Gordon Van Sauter</strong></p>
<p>Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda. -<strong>Gordon Van Sauter<br />
</strong><br />
Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. -<strong>Alexander Graham Bell</strong></p>
<p>Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. -<strong>Thomas A. Edison</strong></p>
<p>Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak. -<strong>John Naisbitt</strong></p>
<p>Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk. -<strong>P.t. Barnum</strong></p>
<p>Anda tidak bisa merencanakan masa mendatang berdasarkan masa lalu -<strong>Edmund Burke</strong></p>
<p>Meskipun tidak kaya, Anda harus selalu menunjukkan bahwa Anda berguna -<strong>Louis Ferdinand Celine</strong></p>
<p>Mencintai sesuatu baru disadari setelah benda itu hilang -<strong>Gilbert Keith Chesterton</strong></p>
<p>Jika seseorang tidak pernah menerima seorang pun di rumahnya, jika ia ke luar negeri ia tak akan memiliki tuan rumah -<strong>Pribahasa Cina<br />
</strong><br />
Kekeliruan sesaat dapat menimbulkan kesedihan seumur hidup -<strong>Pepatah Cina<br />
</strong><br />
Setiap keluarga mempunyai malaikat dan iblisnya masing-masing -<strong>Joseph Roux</strong></p>
<p>Jangan melakukan bisnis dengan sanak keluarga -<strong>Pribahasa India<br />
</strong><br />
Putus asa adalah cuka pengharapan -<strong>Austin O’ Malley</strong></p>
<p>Jika Anda ingin mimpi Anda menjadi kenyataan, janganlah tidur terlalu lama -<strong>Anonim</strong></p>
<p>Bila seseorang menginginkan kepercayaan dari rakyat, ia harus mau menjadi milik rakyat -<strong>Jefferson<br />
</strong><br />
Kebaikan menyatukan orang-orang yang mencintainya meskipun mereka dalam keadaan saling memarahi dan membenci. -<strong>Plato</strong></p>
<p>Jika engkau mencintai dirimu, janganlah engkau memberikannya waktu untuk melakukan kejelekan. -<strong>Aristoteles<br />
</strong><br />
Pedang bisa melukai tubuh, kata-kata bisa melukai jiwa. -<strong>Homer sang Penyair</strong></p>
<p>Kebajikan adalah senjata yang ampuh bagi manusia, dan Kemalasan adalah penghancur umur. -<strong>Homer sang Penyair</strong></p>
<p>Orang yang mengetahui dirinya telah berdusta, dia tidak akan percaya kepada orang yang jujur. -<strong>Alexander dari Aphrodisias</strong></p>
<p>Jangan terlalu manis sehingga engkau ditelan, jangan terlalu pahit sehingga engkau dimuntahkan. -<strong>Demokrates<br />
</strong><br />
Rasa aman dalam kemiskinan lebih baik daripada rasa gelisah takut dalam kekayaan. -<strong>Hipokrates<br />
</strong><br />
Orang yang datang ke dunia harus seperti orang yang datang ke sebuah pesta. Jika pelayan memberikan gelas, dia mengambilnya. Tapi jika tidak, dia tidak mencari dan memintanya. -<strong>Sokrates<br />
</strong><br />
Lakukan kebaikan yang mungkin kau lakukan, karena kebaikan itu begitu mulia sehingga sulit didapatkan, dan menjauhlah dari kejahatan, karena engkau mampu melakukannya kapan saja kau mau. -<strong>Anarcharsis<br />
</strong><br />
Pintu perenungan yang paling mulia adalah yang berfaedah dalam membedakan yang fana dengan yang baka. -<strong>Abu al-Hasan al-’Amiri</strong></p>
<p>Kata yang paling indah dibibir umat manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan paling indah adalah “Ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. -<strong>Kahlil Gibran</strong></p>
<p>Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat. -<strong>Abraham Lincoln</strong></p>
<p>Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran. -<strong>Corrie Ten Boom</strong></p>
<p>Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan. –<strong> Albert Einstein</strong></p>
<p>Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. – <strong>Mahatma Gandhi<br />
</strong><br />
Bila anda memerlukan kata-kata untuk menggambarkan pengetahuan dan pemahaman, itu seperti burung dalam sangkar. Memiliki sayap namun tak bisa terbang. – <strong>Kahlil Gibran<br />
</strong><br />
Lebih baik menjaga mulut anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap anda bodoh, daripada membuka mulut anda dan menegaskan semua anggapan mereka. – <strong>Mark Twain<br />
</strong><br />
Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi. – Phytagoras</p>
<p>Perhatikan perbedaan antara apa yang terjadi bila seseorang berkata, “Saya telah gagal tiga kali”, dan apa yang terjadi bila ia berkata, “Saya orang yang gagal”. –<strong> S.i. Hayakawa<br />
</strong><br />
Nilai manusia, bukan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup; bukan apa yang diperoleh, melainkan apa yang telah diberikan; bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuhan kepadanya. – <strong>Ministry</strong></p>
<p>Agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup ini, anda harus mendengar jiwa anda. Untuk dapat melakukannya, anda perlu merasakan kesenyapan; yang ditakuti oleh sebagian besar orang, karena dalam kesunyian anda dapat mendengar kebenaran dan melihat pemecahan-pemecahan. –<strong> Deepak Chopra<br />
</strong><br />
Hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri. – <strong>Benjamin Disraeli<br />
</strong><br />
Maafkanlah musuh-musuh anda, tapi jangan pernah melupakan nama-namanya. – <strong>John F.kennedy</strong></p>
<p>Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. –<strong> J. Donald Walters</strong></p>
<p>Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, ini bukan soal apa yang anda pelajari di sekolah. Tetapi, bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apa pun. – <strong>Muhammad Ali<br />
</strong><br />
Setiap orang bodoh bisa mengkritik, menyalahkan dan mengeluh, dan kebanyakan dari mereka melakukan hal itu. –<strong> Lawrence G. Lovasik</strong></p>
<p>Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka hati, bahkan bila hati itu sekeras batu. – <strong>Hazrat Inayat Khan</strong></p>
<p>Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan; tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa. – <strong>Denis Waitley</strong></p>
<p>Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. – <strong>John Charles Salak<br />
</strong><br />
Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. – <strong>Bung Karno<br />
</strong><br />
Uji coba bagi kepemimpinan seseorang adalah kemampuannya menyadari adanya masalah sebelum menjadi bencana –<strong>Arnold H.Glasgow<br />
</strong><br />
Kebahagiaan lebih banyak menipu daripada kesusahan –<strong>Martin Luther</strong></p>
<p>Jiwa-jiwa yang kuat tidak iri hati dan tidak takut. Iri hati merupakan kesangsian dan takut merupakan kekerdilan  –<strong>Balzac<br />
</strong><br />
Prasangka dibenci bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena ia menyebabkan ornang-orang mempercayainya       –<strong>Marcel Atland</strong></p>
<p>Hari adalah bagai sepatu yang harus dipakai untuk berjalan   –<strong>Steve Orlen</strong></p>
<p>Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan    <strong>(Paul Galvin, founder Motorola)</strong></p>
<p>Hidup itu seperti musik, yang harus di komposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh peraturan   <strong>(Samuel Butler)<br />
</strong><br />
Saya harus mencintai negara saya dan keadilan   –<strong>Albert Camus</strong></p>
<p>Diam bukanlah cara untuk membuktikan kesalahan .–<strong>Henry Wheeler Shaw</strong></p>
<p>Orang yang tidak sabar akan menunggu dua kali   –<strong>Mack McGinnis</strong></p>
<p>Gagasan tidak turun dari langit yang abstrak, tetapi muncul dari tanah dan pekerjaan   –<strong>Alain</strong></p>
<p>Alasan mengapa kekuatiran membunuh lebih banyak orang dibanding dengan kecelakaan kerja, adalah karena lebih banyak orang yang penuh kekuatiran dari pada bekerja.– <strong>Robert Frost</strong></p>
<p>Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan; dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan. –<strong> J. Sidlow Baxter</strong></p>
<p>Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri. –<strong> Franklin D. Roosevelt</strong></p>
<p>Pandanglah hari ini. Kemarin sudah menjadi mimpi. Dan esok hari hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok sebagai visi harapan. – <strong>Alexander Pope</strong></p>
<p>Bila ada cahaya dalam jiwa, maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ada kecantikan dalam diri seseorang, akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga. Bila ada keharmonisan dalam rumah tangga, akan hadir ketertiban dalam negara. Dan bila ada ketertiban dalam negara, akan hadir kedamaian di dunia. – <strong>Pepatah Cina</strong></p>
<p>Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat. &#8211; <strong>Abraham Lincoln</strong></p>
<p>Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan. – <strong>Albert Einstein</strong></p>
<p>Lebih baik menjaga mulut anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap anda bodoh, daripada membuka mulut anda dan menegaskan semua anggapan mereka. –<strong> Mark Twain<br />
</strong><br />
Agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup ini, anda harus mendengar jiwa anda. Untuk dapat melakukannya, anda perlu merasakan kesenyapan; yang ditakuti oleh sebagian besar orang, karena dalam kesunyian anda dapat mendengar kebenaran dan melihat pemecahan-pemecahan. – <strong>Deepak Chopra</strong></p>
<p>Maafkanlah musuh-musuh anda, tapi jangan pernah melupakan nama-namanya. – <strong>John F.kennedy</strong></p>
<p>Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. &#8211; <strong>J. Donald Walters</strong></p>
<p>Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. –<strong> John Charles Salak</strong></p>
<p>Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran. –<strong> James Thurber</strong><br />
 Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan, dan perutnya dengan makanan. – <strong>Frederick E. Crane </strong><br />
Mereka berkata bahwa setiap orang membutuhkan tiga hal yang akan membuat mereka berbahagia di dunia ini, yaitu; seseorang untuk dicintai, sesuatu untuk dilakukan, dan sesuatu untuk diharapkan. – <strong>Tom Bodett </strong><br />
Ujian bagi seseorang yang sukses bukanlah pada kemampuannya untuk mencegah munculnya masalah, tetapi pada waktu menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan saat masalah itu terjadi. – <strong>David J. Schwartz </strong><br />
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat melihat bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita berterimakasih, namun rasa terima kasihlah yang membuat kita berbahagia. – <strong>Albert Clarke</strong><br />
 Kerendahan hati menuntun pada kekuatan bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri. – <strong>John Mccloy</strong><br />
 Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam satu jam, tidurlah. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam sehari, pergilah memancing. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan dalam setahun, mintalah keberuntungan. Bila kau ingin mendapatkan kebahagiaan seumur hidupmu, maka tolonglah orang lain. – <strong>Pepatah Cina</strong></p>
<p>Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – <strong>Nabi Muhammad Saw<br />
</strong><br />
Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. – <strong>Evelyn Underhill</strong></p>
<p>Diberkatilah orang yang terlalu sibuk untuk kuatir pada siang hari, dan terlalu lelah untuk kuatir di malam harinya .– <strong>Phil Marquart</strong></p>
<p>Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus.–<strong>Knute Rockne<br />
</strong><br />
Di dunia ini benda-benda tidak akan berubah, kecuali kalau ada yang mengubahnya .–<strong>James A.Garfield<br />
</strong><br />
Hari bagai sepatu yang harus dipakai untuk berjalan   &#8211;<strong>Steve Orlen</strong></p>
<p>Jangan buang hari ini dengan mengkuatirkan hari esok. Gunung pun terasa datar ketika kita sampai ke puncaknya. –<strong>Phi Delta Kappan</strong></p>
<p>Sedikit orang kaya yang memiliki harta. Kebanyakan harta yang memiliki mereka   –<strong>Robert G. Ingersoll</strong></p>
<p>Bukan masalah-masalahmu yang mengganggumu,tetapi cara Anda memandang masalah-masalah itu.Semuanya bergantung pada cara Anda memandang sesuatu . — <strong>Epictetus</strong></p>
<p>Expresi sejati dari diri manusia adalah pada saat ia berdansa sesuai irama dan musiknya.Tubuh tidak pernah berdusta.  –<strong>Agnes de Mille</strong></p>
<p>Tak ada yang menarik,jika Anda tidak merasa tertarik   –<strong>Helen MacInnes</strong></p>
<p>Aturan nomor satu bagi masyarakat yang benar-benar beradab adalah membiarkan manusia berbeda-beda    –<strong>David Grayson</strong></p>
<p>Hidup manusia penuh dengan bahaya, tetapi justru di situlah letak daya tariknya –<strong>Edgar Alnsel Mowrer</strong></p>
<p>Anda tidak dapat merencanakan masa yang akan datang berdasarkan masa lalu  –<strong>Edmund Burke</strong></p>
<p>Kita tidak bisa mengingkari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yang keliru. Mereka mencari kekuatan,sukses dan kekayaan untuk diri mereka sendiri, memuji diri mereka di hadapan orang lain dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup       –<strong>Sigmund Freud</strong></p>
<p>Demokrasi itu baik.Saya mengatakan demikian karena sistem yang lain buruk.   –Jawaharlal Nehru</p>
<p>Kebencian seperti halnya cinta, berkobar karena hal-hal kecil     –<strong>Balzac</strong></p>
<p>Penderitaan adalah pelajaran   <strong>–Aesop</strong></p>
<p>Universitas ada hanya untuk menemukan dan menyampaikan kebenaran —<strong> Robert Maynard Hutchins<br />
</strong><br />
Orang berkulit putih, orang berkulit hitam, orang berkulit kuning, semua air matanya asin    –<strong>Claude Aveline<br />
</strong><br />
Sukses adalah keberhasilan yang anda capai di dalam menggunakan talenta-talenta yang telah Allah berikan kepada Anda  –<strong>Rick Devos<br />
</strong><br />
Tidak ada masa depan yang gemilang bagi mereka yang telah kehilangan pengharapan dan imannya. –<strong>Samuel Rutherford</strong></p>
<p>Hiduplah sedemikian rupa sehingga Anda tidak akan merasa malu ketika orang laing berbicara tentang keluarga Anda. –<strong>Will Rogers<br />
</strong><br />
Manusia merencanakan, namun Tuhan yang menentukan. –<strong>Thomas A. Kempis</strong></p>
<p>Milioner yang suka tertawa jarang dijumpai. Pengalamanku adalah kekayaan mudah membuat senyum hilang —<strong>Andrew Carnegie<br />
</strong><br />
Karakter seperti berlian yang mampu menggores semua bebatuan lainnya. — <strong>Cyrus A.Bartol<br />
</strong><br />
Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti. — <strong>John C. Maxwell</strong></p>
<p>Kehilangan kekayaan masih dapat dicari kembali, kehilangan kepercayaan sulit didapatkan kembali. —<strong> Erich Watson</strong></p>
<p>Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang.<strong> John D.Rockefeller</strong></p>
<p>Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti ; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti — <strong>John C Maxwell<br />
</strong><br />
Realitas selalu lebih konservatif daripada ideologi — <strong>Raymond Aron</strong></p>
<p>Yang terpenting adalah menguasai diri sendir <strong>–Eckermann </strong><br />
Seorang Intelektual adalah orang yang pikirannya menjaga pikirannya sendiri –<strong>Albert Camus</strong><br />
 Kerendahan hati merupakan ruang tunggu bagi kesempurnaan–<strong>Marcel Ayme</strong><br />
Kebahagiaan lebih banyak menipu daripada kesusahan –<strong>Martin Luther</strong><br />
Jiwa-jiwa yang kuat tidak iri hati dan tidak takut. Iri hati merupakan kesangsian dan takut merupakan kekerdilan  –<strong>Balzac</strong><br />
Prasangka dibenci bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena ia menyebabkan ornang-orang mempercayainya  –<strong>Marcel Atland</strong><br />
 Hari adalah bagai sepatu yang harus dipakai untuk berjalan   <strong>–Steve Orlen</strong><br />
 Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan   <strong> (Paul Galvin, founder Motorola) </strong><br />
Hidup itu seperti musik, yang harus di komposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh peraturan   <strong>(Samuel Butler) </strong><br />
 Saya harus mencintai negara saya dan keadilan   <strong>–Albert Camus</strong><br />
 Diam bukanlah cara untuk membuktikan kesalahan .–<strong>Henry Wheeler Shaw</strong><br />
 Orang yang tidak sabar akan menunggu dua kali   –<strong>Mack McGinnis</strong><br />
Gagasan tidak turun dari langit yang abstrak, tetapi muncul dari tanah dan pekerjaan   –<strong>Alain</strong><br />
Alasan mengapa kekuatiran membunuh lebih banyak orang dibanding dengan kecelakaan kerja, adalah karena lebih banyak orang yang penuh kekuatiran dari pada bekerja.–<strong> Robert Frost</strong><br />
Diberkatilah orang yang terlalu sibuk untuk kuatir pada siang hari, dan terlalu lelah untuk kuatir di malam harinya .– <strong>Phil Marquart </strong><br />
Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus.–Knute Rockne   Di dunia ini benda-benda tidak akan berubah, kecuali kalau ada yang mengubahnya .–<strong>James A.Garfield</strong><br />
 Hari bagai sepatu yang harus dipakai untuk berjalan   –<strong>Steve Orlen</strong><br />
 Jangan buang hari ini dengan mengkuatirkan hari esok. Gunung pun terasa datar ketika kita sampai ke puncaknya. –<strong>Phi Delta Kappan</strong><br />
 Sedikit orang kaya yang memiliki harta. Kebanyakan harta yang memiliki mereka   –<strong>Robert G. Ingersoll </strong><br />
Bukan masalah-masalahmu yang mengganggumu,tetapi cara Anda memandang masalah-masalah itu.Semuanya bergantung pada cara Anda memandang sesuatu . — <strong>Epictetus </strong><br />
 Compassion is the basic of all morality –<strong>Arthur Schopenhauer</strong><br />
 Emas yang murni diperoleh melalui proses pembakaran dengan api dan penyaringan   Expresi sejati dari diri manusia adalah pada saat ia berdansa sesuai irama dan musiknya.Tubuh tidak pernah berdusta.  –<strong>Agnes de Mille  </strong><br />
 Tak ada yang menarik,jika Anda tidak merasa tertarik   –<strong>Helen MacInnes</strong><br />
 Aturan nomor satu bagi masyarakat yang benar-benar beradab adalah membiarkan manusia berbeda-beda    –<strong>David Grayson</strong><br />
 Hidup manusia penuh dengan bahaya, tetapi justru di situlah letak daya tariknya –<strong>Edgar Alnsel Mowrer  </strong><br />
 Anda tidak dapat merencanakan masa yang akan datang berdasarkan masa lalu  –<strong>Edmund Burke</strong><br />
 Kita tidak bisa mengingkari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yang keliru. Mereka mencari kekuatan,sukses dan kekayaan untuk diri mereka sendiri, memuji diri mereka di hadapan orang lain dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup       –<strong>Sigmund Freud   </strong><br />
Demokrasi itu baik.Saya mengatakan demikian karena sistem yang lain buruk.   –<strong>Jawaharlal Nehru</strong><br />
Kebencian seperti halnya cinta, berkobar karena hal-hal kecil     –<strong>Balzac</strong><br />
Penderitaan adalah pelajaran   –<strong>Aesop</strong><br />
Universitas ada hanya untuk menemukan dan menyampaikan kebenaran — <strong>Robert Maynard Hutchins</strong><br />
 Orang berkulit putih, orang berkulit hitam, orang berkulit kuning, semua air matanya asin    –<strong>Claude Aveline </strong><br />
 Sukses adalah keberhasilan yang anda capai di dalam menggunakan talenta-talenta yang telah Allah berikan kepada Anda  –<strong>Rick Devos</strong><br />
 Tidak ada masa depan yang gemilang bagi mereka yang telah kehilangan pengharapan dan imannya. –<strong>Samuel Rutherford</strong><br />
 Hiduplah sedemikian rupa sehingga Anda tidak akan merasa malu ketika orang laing berbicara tentang keluarga Anda. –<strong>Will Rogers </strong><br />
  Manusia merencanakan, namun Tuhan yang menentukan. –<strong>Thomas A. Kempis</strong><br />
 Milioner yang suka tertawa jarang dijumpai. Pengalamanku adalah kekayaan mudah membuat senyum hilang —<strong>Andrew Carnegie<br />
</strong><br />
Karakter seperti berlian yang mampu menggores semua bebatuan lainnya. — <strong>Cyrus A.Bartol</strong></p>
<p>Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti. — <strong>John C. Maxwell</strong></p>
<p>Kehilangan kekayaan masih dapat dicari kembali, kehilangan kepercayaan sulit didapatkan kembali. – <strong>Erich Watson</strong></p>
<p>Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang. <strong>John D.Rockefeller</strong></p>
<p>Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti ; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti – <strong>John C Maxwell</strong></p>
<p>Realitas selalu lebih konservatif daripada ideologi — <strong>Raymond Aron</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mencenges.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mencenges.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mencenges.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mencenges.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mencenges.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mencenges.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mencenges.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mencenges.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mencenges.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mencenges.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mencenges.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mencenges.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mencenges.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mencenges.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=46&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/26/kumpulan-kata-kata-mutiara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c2ab4c37cd88045c5033031eae80753?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mencenges</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pamadegan</title>
		<link>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/pamadegan/</link>
		<comments>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/pamadegan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 06:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Acenk Loti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sundanese]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mencenges.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Nu nguriling mirig jempling, ngajingjing hiliwir angin,nyanding bangbalikan pikir, mipir dikir jeung hariring birit peuting. Ngiclik ngilitik nuturkeun suku, muru pungkasan balitung gunung. Taya suda nu karasa, ngan halabhab nyaliara, binarung renghap randegan, muka buliklakan dada, tempat ngambah nu balaka. Taya nu muni nyumputkeun, taya nu wasa ngadoja, dalah ambahan talaga, teu daya nyangga pulia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=17&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="font-size:180%;"><img class="size-thumbnail wp-image-23 alignleft" style="border:2px solid black;margin:5px;" title="cluster 6862" src="http://mencenges.files.wordpress.com/2009/07/cluster-6862.jpg?w=192&#038;h=149" alt="cluster 6862" width="192" height="149" />N</span></strong>u nguriling mirig jempling, ngajingjing hiliwir angin,nyanding bangbalikan pikir, mipir dikir jeung hariring birit peuting. Ngiclik ngilitik nuturkeun suku, muru pungkasan balitung gunung. Taya suda nu karasa, ngan halabhab nyaliara, binarung renghap randegan, muka buliklakan dada, tempat ngambah nu balaka. Taya nu muni nyumputkeun, taya nu wasa ngadoja, dalah ambahan talaga, teu daya nyangga pulia. Bongan saha make sangup jadi jalma, nu pancen mawa amanat, sebarkeuneun sabuana. Ana geus nyoledat letah, jadi jauh pamuruyan, pedah kasurung pamadegan.<br />
Tapi mun seug ditalungtik, dadasarna henteu ajeg, teu napak dina tatapakan pangapungan. Kuduna amanah teh ngamparkeun rohmatan lil alamin, lain jadi bibit buit werejit, nu numuwuhkeun pacengkadan. Ana geus kitu atuh teu nyunah. Sok komo asalna tina pangbaidan kaagungan nu ditulis lebah lawang janah. Teu kungsi kapanggih ku iblis, najan asalna malaikat. Katohyanna basa pasanggiri kaunggulan Anwar- Anwas. Duanana ditulungan, nu hiji ku iblis, nu hiji deui ku Jibril. Tangtu beda cara, beda hasil. Buntung pisan da jadi sabab kana pangusiran. Sumebarna di jagat goromyangan, nyabeulah nyapotong. Unggal aya bodas pasti kaselapan hideung, jeung sabalikna. Tapi mun panceg dina lilingeran tawadu, kana moal tisoledat. Nu cilaka, ego hideung sok leuwih nyasab jeung ngaranjah batan ego bodas. Sanajan dina tarung patutunggalan mah, meh salawasna ego hideung tara meunang.<br />
Kawasna sarerea meh poho, yen aya sabagian leutik daging tina awak-awakan. Nu bakal dipenta tanggungjawab. Eta daging teu dibikeun ka nu sejen, wungkul ka manusa. Ngaranna estu pondok ngan opat huruf, “qolb”. Tidinya sumber sagala kahadean, tapi teu eungeuh sok jadi sumber kagorengan.Nu ngarobedana, euleuh lain jutaan, tapi milyaran. Ngan mun kapager ku lilingeran, moalnepi ka lumpat kana tungtung biwir, da kapangrod, kakenyed. Beh dituna manehna bisaeun tur sanggupeun ngadalian puseur sagala kaparigelan nu mampuh ngusikkeun pancadria. Kakara mun geus kakepung tawadu, binarung rasa rumasa, mawa raga ka awing-awang. Tapi mun kapahung, nya kitu, nu dadasarna bodas ge, sok tilelep kana leutak kaijid balarea.<br />
“Sampurasun, Nun, neda widi hoyong kumereb..”Ceuk hiji sora nu kakaraanjog ka golodog. “Inalillahi, hapunten, Nun, jisim taya wewenang ngawidian”Tembal nu di jero. “Har, dugi ka mana atuh leresna rohmatan lil alamin teh, upami kitu mah?” semah neugtreug. “Nu utama sawanda, supados bijilna ngajanggelek jadi tangtungan pamadegan teu lenjong”.Tembal nu di jero. “Euleuh upami kitu mah atuh diskriminatif,” “Henteu. Margi tos aya katangtosan ti ajali. Andika mah tos biasa mungpang rupina,, jisim mah teu wanton. Sae milari deui pangancikan sanes, nu luyu sareng katangtosan.” “Nanging naha aya ringkelna dina papagon, nu megat ni’mat kana lumebet ka dinya?” “Aya, kayakinan. Bade aya ringkelna bade henteu. Mung taya ringkelna nu miwarang ngawidian wanda andika lebet ka dieu.” “Adil upami kitu mah, taya ringkelna ngawagel, tapi taya ringkelna miwarang. Teu lepat atuh upami ngawidian lebet teh,” “Tah eta, taya ringkelna kedah ngawidian. Hartosna upami ngawidian teh, bahula,”<br />
Jep jempe sakedapan, semahngaleos teuing ka mana. Nu dijero rada tenang, ngankeukeuh waspada. Sabab geus kanyahoan, semah nu wandana kitu sok licik. Teu salah, bet lol ti para, tapi teu wanieun asup, salila teu diidinan. Ukur tembong kalangkang sirahna. Cara tadi ditolak. Les deui. Koreleng kapipir, keketrok. Ditolak. Jep deui jempe rada lila.Ana pucunghul teh ti kolong. Keukeuhpeuteukeuh nu hayang asup, keukeuh peuteukeuh nu embung kaasupan. Duka teuing ti mana jolna bet aya saburicak cahaya koneng, mebes kana raga nu di jero. Pucunghul aya rasa sejen. Make dibarengan ku harewos: “Pek lah, moal bisa salila aya kami mah”. Tah rasa eta nu nyilakakeun teh,bituna rasa bet jadi liang leutik sagede tungtung jarum. Atuh geblus we asup, nyangkoyot nyumput dina sela-sela urat nu gedena sahandapeun buuk. Tuluy tuap-tiup kana sabudeureunana. Mokaha nungtut robah warna tina bodas semu beureum jadi hejo semu hideung, antukna aya nu ngagebleg sagede titik. Hideung meles. Nu di jero curiga, pedah teu kadenge deui sorana. Panasaran nguriling satungkebing rohang. Gorehel teh aya nu keur ngahenen. Teu antaparah deui, gabrug dirontok, ger galungan.Silih piting silih banting, silih dudut silih babuk, silih siku silih deku. Sarua jagona, taya hiji nu tembong pieleheun, sarua rosana, sarua bedasna. Heab karasa hawa panas nyaliara, terus naek nepi ka meh tilu juta darjah. Rey sakur nu aya robah warna jadi beureum, beureum jambu, beureum euceuy,tungtungna beureum geuneuk. Tarung meh taya tungtung, sapoe, saminggu, sabulan, sataun, sawindu, terus taya eureunna. Kabeh pamake, kabeh kabisa, diketrukeun pikeun ngelehkeun musuh. Duanana ngajoprak kacapean. Gurinjal hudang, der deui papuket. Ngan kitu jeung kitu, teu luntur ku usum, teu leeh ku poe, teu laas ku jaman. Gebru deui duanana rarubuh, ngagaloler. Gurinjal nu hiji, dituturkeun ku nu hiji,ger deui galungan. Nu hiji hayang cicing, nu hiji hayang ngusir. Kakara nu hiji kaduhung, naha bet make kudu ujub, jadi mweh aya lolongkrang keur musuh asup. Tapi kaduhung teu manggih tungtung, da sagalana geus kajadian. Angger nu hiji kudu tanggungjawab, sabab pancen ngajaga geus dibikeun ti awal dicipta.<br />
Bari ngajoprak nu hiji ngajerit atina, paratka lawang pingpitu, kadangu ku nu ngayuga,barasat cahaya bodas sakedet ngaburinyay. Bray samar-samar katembong tulisan luhureun lawang kaagungan. Nyeh manehna seuri, gerenyem dipapatkeun. Koceak kadengen nu hiji deui ngagoak bari ngajaul kabur kana urut tadi asup. Rikat ditutup. Tapi sakdepan geus geblus deui nu kabur teh asup. Tutup deui, tobros deui, geblus deui. Sered. Tutup. Gebros, bus. Sered tutup. Hese da bahan panutupna beda tina bahan nu nyampak. Atuh nya ipis nya rapuh.Sabab geus kakeclakan racun ujub. Tutungna bahan nu dipake nutup teh ruksak, meh rajet. Ahirna diantep. Maranehna ngajarentul pabaeud-baeud. Tempo nu hiji aya panggero supaya nyadiakeun lambaran bodas, geuwat ditongtak ku nu hiji deui, ditambal ku lawon hideung. Nyakitu mun nu hiji nguniang pedah aya panggero kudu ngamparkeun lawon hideung, gancang direbut ku nu hiji deui diganti ku lawon bodas. Der deui galungan. Kalan-kalan nu geus aya dijero eleh, tapi leuwih mindeng semah nu eleh. Pangaruhna robah kana pamadegan. Tempo nu dijero ngampar bodasan, can ajeg. Ngagiwar ngenca da katambahan lawon hideung. Mimindengna mun semah rek ngamparkeun hideungan,mindeng kakenyed, da buru-buru ditumpangan bodasan. Dimana hiji waktu semah nu eleh, kakara pamadegan teh ajeg dina amparan bodasan.Binarung seminar nu mencar teja mentrangan, nyaangan buana pancatengah. Tapi ana manehna ngalehleh, nu nanjeur teh lawon hideungan, reup poek sakuriling bungking, binarung ting golepakna banusan, gerungna nu ngaleupaskeun nyawa, atawa ngaharegungna nu senang-senang. Ditontak geus elat.Mundur, bulubus ngasupkeun tiupan leuleuy lambaran rasa kaduhung.Pamadegan balik deui, balik ka asal ngalengkah. Teu lila, isukna pamadeganana robah, lengkahna ngucupkrak kana leutak walirang.<br />
Maranehna nu jadi sumber jeung puseur nangtungna hiji pamadegan, hirup sewang-sewangan, cadu patanya jeung musuh, nu sidik silih dudut, silih bongkar. Kakara nu beda wanda tehs nyerah, mun kadenge aya panggero nitah ngadegkeun kawajiban, elehna teh ngan 5 kali sapoe sapeuting, kajaba mun panggerona digugu kabeh ditambahan sumanget nu ngagedur.Kakara rada lila ngajoprak elehna teh.Utamana mun wani nangtungkeun tihang bandera dina dua pertilu peuting, atawa srangenge liwat meletek. Tah ngan tihang bandera amanah nu bisa ngaleuleuskeun, najan teu mateni musuh nu nyemah. Tapi teu keudeu, kalan-kalan tihang teh tara gancang ajeg, da sok digugunyeng heula, sina dengdek. Ana geus kitu, teu bias dipiharep pamadegan bisa ajeg. Nya galuang-galeong we, malah tempo-tempo mah tihang teh ngagebru.<br />
Jutaan taun geus kaliwat, taya hiji kecap nu bisa dipake dami, tayahiji cara nu bisa dipake ngukur keur akur. Da puguh beda cara, beda wanda, beda rasa, beda hayang, beda papagon. Angger nu hiji resep ngenca, nu hiji tuman ngatuhu. Sakalieun ajeg tengah-tengah ge hese beleke. Tapi nya kitu mun daek bubuh ripuh, daek ngamangpaatkeun waktu, daek ngahagal ngalawan ku cara ngantep ulah ngadenge harewos, ulah ngagugu panungtun, ulah narima pangajak, kakara nu nyemah ngajoprak teu walakaya. Samanea, sabatae, nu boga ngatur padungdung. Tegesna ajegna hiji pamadegan gumantung kana kuat jeung lemahna pertahanan. Sedengkeun pamadegan nu kudu diraksa diriksa, nya pamadegan nu gumulung jeung ringkelan papagon. Mun kitu, dunya taluk tepak deku. Bumi langit ngarumpuyuk taat kana pamadegan. Da puguh kabeh jeung sagala eusi,geus diajangkeun keur nu pageuh nyekel pamadegan.<br />
Nu pikasebeleun, ki semah bet baranahan, nepi ka ngeusi bingbilangan opat puluh urang, nu hiji mandahna cicingna adu hareupan, nu tilu puluh salapan, ngarariung beulah kenca. Da Beulah katuhu mah ku sorangange katutup. Belegugna teh, mun sakalieun parebut tihang, nu tilu puluh salapan, sok rageg ngoroyok mantuan mandahna. Tapi mindeng katahan najan ku sorangan ge, asal inget kana barang nu kungsi dijingjing mipir peuting, mirig bangbalikan pikir tea. Lebah dinya na mah atuda kabeh ge teu dadak sakala, angger mapay unggal raratan. Usikna pancadria, dikadalian ku otak, ngagurinjalna otak, dikadalian ku qolb. Matak teu aneh mun raga mangprung, nyawa tutung, dina ngabodaskeun deui teh, qolb nu kudu tanggungjawab. Sabab pidawuh utusan ge, mun cageur saguruntul eta daging, mangka cageur sakujur ragana, mun gering saguruntul eta daging, mangka ruksak sakujur ragana. Nu matak harianeun, nun ngaruksak taya halodo panyadapan, unggal detik ngarobah-robah padoman, nu mawa robah kana papagon, antukna mengpar tina palangeran, akibatna nya kana lenjongna pamadegan. </span></p>
<p>&lt;a href=&#8217;http://www.4shared.com/file/61868191/30423e8c/degung_klasik_2.html&#8217; &gt;degung&lt;/a&gt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mencenges.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mencenges.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mencenges.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mencenges.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mencenges.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mencenges.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mencenges.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mencenges.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mencenges.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mencenges.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mencenges.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mencenges.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mencenges.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mencenges.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=17&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/pamadegan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c2ab4c37cd88045c5033031eae80753?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mencenges</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mencenges.files.wordpress.com/2009/07/cluster-6862.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">cluster 6862</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Aji Suket Kalanjana</title>
		<link>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/mengenal-aji-suket-kalanjana/</link>
		<comments>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/mengenal-aji-suket-kalanjana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 03:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Acenk Loti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mencenges.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Aji suket kalanjana adalah ilmu yang tercipta dari pengaruh islam dan aliran kepercayaan masyarakat jawa-sunda. Ajian ini pernah dikuasi oleh Prabu Kean Santang (putra Prabu Siliwangi) dan Syeh Siti Jenar. Ajian ini merupakan ilmu yang sangat tinggi dan untuk mendapatkannya pun tidak mudah karena harus punya niat yang baik dan tekad yang membaja. Konon ajian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=9&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aji suket kalanjana adalah ilmu yang tercipta dari pengaruh islam dan aliran kepercayaan masyarakat jawa-sunda. Ajian ini pernah dikuasi oleh Prabu Kean Santang (putra Prabu Siliwangi) dan Syeh Siti Jenar. Ajian ini merupakan ilmu yang sangat tinggi dan untuk mendapatkannya pun tidak mudah karena harus punya niat yang baik dan tekad yang membaja. Konon ajian ini merupakan ajian yang langka dikuasai orang. Ia termasuk tingkatan paling tinggi diantara ilmu kejawen lainnya. Namun begitu, mereka yang menginginkan ajian ini bisa saja mendapatkannya tentu dengan laku tirakat dan tahu kunci amalan rahasianya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ajian ini awalnya merupakan ilmu terawangan alam gaib, dan kemudian berkembang sebagai ilmu yang dapat digunakan untuk meraga sukma dan menggerakan benda tanpa menyentuh (telekinetik). Intinya berfungsi mengaktifkan seluruh panca indera. Bereaksi terhadap gejala alam, baik alam sadar maupun alam mimpi. Versi para guru spiritual yang menguasainya menyebut ajian ini merupakan ilmu yang didasarkan pada gerakan rumput tertiup angin. Ia bisa bergerak kemana saja, tapi tetap pada tempatnya semula. Artinya, orang yang menguasai ilmu ini bisa memasuki dimensi gaib atau berada di alam lain tapi jasadnya tetap pada tempatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun legenda ajian suket kalanjana ini terdapat berbagai versi. Diyakini ajian ini sudah adal sebelum islam masuk ke tanah jawa. Sumber kontroversinya mengatakan ajian ini ada ketika islam masuk ke tanah pasundan. Tepatnya pada pemerintahan Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran. Dan konon, dari sinilah ajian ini bermula.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa itu memang pengaruh islam di kerajaan pajajaran belum meluas, sehingga ilmu-ilmu kesaktian para pendekan jaman pajajaran merupakan ilmu yang tiada banding dan banyak jenisnya. Ada yang mampu terbang, menghilang dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Mitos yang berkaitan dengan kegaiban pun terbukti. Misal, sampai kini makam prabu siliwangi tidak pernah ditemukan. Itu sebabnya masyarakat pasundan mempercayai bahwa prabu siliwangi moksa (menghilang) dari bumi dan berubah wujud menjadi harimau. Hal ini bisa dilacak dari cerita rakyat garut. Konon prabu siliwangi tidak mau masuk islam. Ia lebih baik keluar dari keraton daripada mengikuti ajakan prabu kean santang, anaknya untuk masuk agama islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Prabu siliwangi akhirnya lari menuju hutan sancang. Maka untuk menjaga hal-hal yang akan terjadi prabu kean santang membendung larinya prabu siliwangi beserta pengikutnya yang  telah menjadi harimau. Dan harimau jejadian itu kemudian digiring menuju sebuah gua di pantai selatan kawasan hutan sancang, garut selatan. Ketika itulah prabu kean santang mengerahkan aji suket kalanjana dan berhasil mengalahkan ayahnya yang juga terkenal sakti itu. Kemudian prabu siliwangi akhirnya mendapat hidayah dari Allah dan masuk islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sampai sekarang ilmu sakti ini mengalami perkembangan seiring banyaknya minat kalangan keraton pajajaran menuntut ilmu. Dan prabu kean santang adalah orang yang paling suka mempelajari segala macam ilmu agama, kesatriaan maupun ilmu gaib.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut versi lain, aji suket kalanjana juga dimiliki oleh syeh dari tanah jawa. Dari syeh inilah ajian diturunkan kepada murid-muridnya. Syeh ini dikenal dengan sebuatn syeh lemah abang alias syeh siti jenar. Pada masa mudanya, siti jenar juga mendalami ilmu kebatinan. Setelah mendalami bidang agama melalui Syarif Hidayatullah atau sunan gunung jati, semakin bertambah tinggilah ilmu kesaktiannya. Tidak heran jiak banyak pemuda berguru kepada syeh siti jenar.</p>
<p style="text-align:justify;">Ajian suket kalanjana dapat dikuasai siapa saja sepanjang orang tersebut mampu mensucikan dirinya dan mampu melakoni apa yang dipersyaratkan, antara lain harus mampu menjalani puasa 40 hari dan makan hanya boleh dilakukan jam 12 malam. Selain itu juga harus ngrowot (hanya makan umbi-umbian) dan tidak boleh makan jenis lainnya selama 40 hari. Hal lain yang harus dilakukan adalah menjalankan tapa kungkum (berendam) di dalam suangi selama 7 malam berturu-turut, dan yang paling berat harus pati geni yaitu tidak makan,minum,tidur dan bersemedi di ruang gelap selama 7 hari 7 malam. Selama ritual itu pula harus membaca mantra khusus yang harus dihapalnya. Bila ingin melihat alam gaib, mantra ini dibaca tiga kali sambil membuka telapak tangan lalu diusap ke mata.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mencenges.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mencenges.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mencenges.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mencenges.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mencenges.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mencenges.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mencenges.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mencenges.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mencenges.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mencenges.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mencenges.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mencenges.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mencenges.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mencenges.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=9&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/mengenal-aji-suket-kalanjana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c2ab4c37cd88045c5033031eae80753?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mencenges</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Jangan Pula Meletus</title>
		<link>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/gunung-jangan-pula-meletus/</link>
		<comments>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/gunung-jangan-pula-meletus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 01:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Acenk Loti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mencenges.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Emha Ainun Nadjib KHUSUS untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-nilai kandungannya? Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=4&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Oleh Emha Ainun Nadjib </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">KHUSUS untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-nilai kandungannya?</p>
<p style="text-align:justify;">Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barang siapa tidak berduka oleh ngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraan para korban yang jiwanya luluh lantak terkeping- keping, akan kubunuh.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!,&#8221; aku menyerbu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu juga tak kalah pantas memperoleh kehancuran,&#8221; Sudrun menyambut dengan kata- kata yang, seperti biasa, menyakitkan hati.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jadi, kenapa Aceh, bukan aku dan Jakarta?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkan dengan surga.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Orang Aceh-lah yang selama bertahun-tahun terakhir amat dan paling menderita dibanding kita senegara, kenapa masih ditenggelamkan ke kubangan kesengsaraan sedalam itu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Penderitaan adalah setoran termahal dari manusia kepada Tuhannya sehingga derajat orang Aceh ditinggikan, sementara kalian ditinggalkan untuk terus menjalani kerendahan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Termasuk Kiai&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Cuh! Ludahnya melompat menciprati mukaku. Sudah biasa begini. Sejak dahulu kala. Kuusap dengan kesabaran.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau itu hukuman, apa salah mereka? Kalau itu peringatan, kenapa tidak kepada gerombolan maling dan koruptor di Jakarta?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau itu ujian, apa Tuhan masih kurang kenyang melihat kebingungan dan ketakutan rakyat Aceh selama ini, di tengah perang politik dan militer tak berkesudahan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku. Badannya terguncang-guncang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu mempersoalkan Tuhan? Mempertanyakan tindakan Tuhan? Mempersalahkan ketidakadilan Tuhan?&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menjawab tegas, &#8220;Ya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau Tuhan diam saja bagaimana?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Akan terus kupertanyakan. Dan aku tahu seluruh bangsa Indonesia akan terus mempertanyakan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sampai kapan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sampai kapan pun!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sampai mati?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kapan kamu mati?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gila!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapa ilmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa di Aceh. Kamu bahkan tidak tahu apa yang akan kamu katakan sendiri lima menit mendatang. Kamu juga tidak tahu berapa jumlah bulu ketiakmu. Kamu pengecut. Untuk apa mempertanyakan tindakan Tuhan. Kenapa kamu tidak melawanNya. Kenapa kamu memberontak secara tegas kepada Tuhan. Kami menyingkir dari bumiNya, pindah dari alam semestaNya, kemudian kamu</p>
<p style="text-align:justify;">tabuh genderang perang menantangNya!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;&#8221;Aku ini, Kiai!&#8221; teriakku, &#8220;datang kemari, untuk  merundingkan hal-hal yang bisa menghindarkanku dari tindakan menuduh Tuhan adalah diktator dan otoriter&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sudrun malah melompat- lompat. Yang tertawa sekarang seluruh tubuhnya. Bibirnya melebar-lebar ke kiri-kanan mengejekku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu jahat,&#8221; katanya, &#8220;karena ingin menghindar dari kewajiban.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kewajiban apa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter. Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, lalu belajar menerimanya, dan akhirnya memperoleh kenikmatan mengikhlaskannya. Tuhan-lah satu-satunya yang ada, yang berhak bersikap diktator dan otoriter, sebagaimana pelukis berhak menyayang lukisannya atau merobek-robek dan mencampakkannya ke tempat sampah. Tuhan tidak berkewajiban apa- apa karena ia tidak berutang kepada siapa-siapa, dan keberadaanNya tidak atas saham dan andil siapa pun. Tuhan tidak terikat oleh baik buruk karena justru Dialah yang menciptakan baik buruk. Tuhan tidak harus patuh kepada  benar atau salah, karena benar dan salah yang harus taat kepadaNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ainun,</p>
<p style="text-align:justify;">Ainun, apa yang kamu lakukan ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Sini, sini&#8230;&#8221;-ia meraih lengan saya dan menyeret ke tembok-&#8221;Kupinjamkan dinding ini</p>
<p style="text-align:justify;">kepadamu&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa maksud Kiai?,&#8221; aku tidak paham.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pakailah sesukamu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Emang untuk apa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Misalnya untuk membenturkan kepalamu&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sinting!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembelajaran yang terbaik untuk cara berpikir yang kau tempuh.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ia membawaku duduk kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Atau kamu saja yang jadi Tuhan, dan kamu atur nasib terbaik untuk manusia menurut pertimbanganmu?,&#8221; ia pegang bagian atas bajuku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu tahu Muhammad?&#8221;, ia meneruskan, &#8220;Tahu? Muhammad Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa alihi wasallah, tahu? Ia manusia mutiara yang memilih hidup sebagai orang jelata. Tidak pernah makan kenyang lebih dari tiga hari, karena sesudah hari kedua ia tak punya makanan lagi. Ia menjahit bajunya sendiri dan menambal sandalnya sendiri. Panjang rumahnya 4,80 cm, lebar 4,62 cm. Ia manusia yang paling dicintai Tuhan dan paling mencintai Tuhan, tetapi oleh Tuhan orang kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnya berdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badan oleh racun Zaenab wanita Yahudi. Cucunya yang pertama diizinkan Tuhan mati diracun istrinya sendiri. Dan cucunya yang kedua dibiarkan oleh Tuhan dipenggal kepalanya kemudian kepala itu diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer sehingga ada dua kuburannya. Muhammad dijamin surganya, tetapi ia selalu takut kepada Tuhan sehingga menangis di setiap sujudnya. Sedangkan kalian yang pekerjaannya mencuri, kelakuannya penuh kerendahan budaya, yang politik kalian busuk, perhatian kalian kepada Tuhan setengah-setengah, menginginkan nasib lebih enak dibanding Muhammad? Dan kalau kalian ditimpa bencana, Tuhan yang kalian salahkan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tangan Sudrun mendorong badan saya keras-keras sehingga saya jatuh ke belakang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kiai,&#8221; kata saya agak pelan, &#8220;Aku ingin mempertahankan keyakinan bahwa icon utama eksistensi Tuhan adalah sifat Rahman dan Rahim&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sangat benar demikian,&#8221; jawabnya, &#8220;Apa yang membuatmu tidak yakin?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya Aceh itu, Kiai, Aceh&#8230;. Untuk Aceh-lah aku bersedia Kiai ludahi.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalah bahwa kamu pantas diludahi.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Terserah Kiai, asal Rahman Rahim itu&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Rahman cinta meluas, Rahim cinta mendalam. Rahman cinta sosial, Rahim cinta lubuk hati. Kenapa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aceh, Kiai, Aceh.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Rahman menjilat Aceh dari lautan, Rahim mengisap Aceh dari bawah bumi. Manusia yang mulia dan paling beruntung adalah yang segera dipisahkan oleh Tuhan dari dunia. Ribuan malaikat mengangkut mereka langsung ke surga dengan rumah-rumah cahaya yang telah tersedia. Kepada saudara- saudara mereka yang ditinggalkan, porak  poranda kampung dan kota mereka adalah medan pendadaran total bagi kebesaran kepribadian manusia Aceh, karena sesudah ini Tuhan menolong mereka untuk bangkit dan menemukan kembali kependekaran mereka. Kejadian tersebut dibikin sedahsyat itu sehingga mengatasi segala tema Aceh Indonesia yang menyengsarakan mereka selama ini. Rakyat Aceh dan Indonesia kini terbebas dari blok-blok psikologis yang memenjarakan mereka selama ini, karena air mata dan duka mereka menyatu, sehingga akan lahir keputusan dan perubahan sejarah yang melapangkan kedua pihak&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukar dibayangkan akan mampu tertanggungkan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yang tidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buang dulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu. Kalau bagimu rumah tidak ambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidak melayang, itulah kebaikan; sementara yang sebaliknya adalah keburukan? berhentilah memprotes Tuhan, karena toh Tuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhenti ketika kamu mati.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tetapi kenapa Tuhan mengambil hamba-hambaNya yang tak berdosa, sementara membiarkan para penjahat negara dan pencoleng masyarakat hidup nikmat sejahtera?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mungkin Tuhan tidak puas kalau keberadaan para pencoleng itu di neraka kelak tidak terlalu lama. Jadi dibiarkan dulu mereka memperbanyak dosa dan kebodohannya. Bukankah cukup banyak tokoh negerimu yang baik yang justru Tuhan bersegera mengambilnya, sementara yang kamu doakan agar cepat mati karena luar biasa jahatnya kepada rakyatnya malah panjang umurnya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gusti Gung Binathoro!,&#8221; saya mengeluh, &#8220;Kami semua dan saya sendiri, Kiai, tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berpikir setakaran dengan yang disuguhkan oleh perilaku Tuhan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu jangan tiba-tiba seperti tidak pernah tahu bagaimana pola perilaku Tuhan. Kalau hati manusia berpenyakit, dan ia membiarkan terus penyakit itu sehingga politiknya memuakkan, ekonominya nggraras dan kebudayaannya penuh penghinaan atas martabat diri manusia sendiri-maka Tuhan justru menambahi penyakit itu, sambil menunggu Mereka dengan bencana yang sejati yang jauh lebih dahsyat. Yang di Aceh bukan bencana pada pandangan Tuhan. Itu adalah pemuliaan bagi mereka yang nyawanya diambil malaikat, serta pencerahan dan pembangkitan bagi yang masih dibiarkan hidup.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bagi kami yang awam, semua itu tetap tampak sebagai ketidakadilan&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Alangkah dungunya kamu!&#8221; Sudrun membentak, &#8220;Sedangkan  ayam menjadi riang  hatinya dan bersyukur jika ia disembelih untuk kenikmatan manusia meski ayam tidak memiliki kesadaran untuk mengetahui, ia sedang riang dan bersyukur.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jadi, para koruptor dan penindas rakyat tetap aman sejahtera hidupnya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehingga selama satu dua bulan terakhir ini diberi peringatan berturut-turut, baik berupa bencana alam, teknologi dan manusia, dengan frekuensi jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tetapi, karena itu semua tidak menjadi pelajaran, mungkin itu menjadikan Tuhan mengambil keputusan untuk memberi peringatan dalam bentuk lebih dahsyat. kalau kedahsyatan Aceh belum mengguncangkan jiwa Jakarta untuk mulai belajar menundukkan muka, ada kemungkinan&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!&#8221; aku memotong, karena ngeri membayangkan lanjutan kalimat Sudrun.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bilang sendiri sana sama gunung!&#8221; ujar Sudrun sambil berdiri dan ngeloyor meninggalkan saya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kiai!&#8221; aku meloncat mendekatinya, &#8220;Tolong katakan kepada Tuhan agar beristirahat sebentar dari menakdirkan bencana-bencana alam&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kenapa kau sebut bencana alam? Kalau yang kau salahkan adalah Tuhan, kenapa tak kau pakai istilah bencana Tuhan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sudrun benar-benar tak bisa kutahan. Lari menghilang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mencenges.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mencenges.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mencenges.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mencenges.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mencenges.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mencenges.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mencenges.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mencenges.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mencenges.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mencenges.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mencenges.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mencenges.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mencenges.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mencenges.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mencenges.wordpress.com&amp;blog=8555362&amp;post=4&amp;subd=mencenges&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mencenges.wordpress.com/2009/07/18/gunung-jangan-pula-meletus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9c2ab4c37cd88045c5033031eae80753?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mencenges</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
